Tradisi makanan Betawi dalam perayaan khas telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Betawi. Makanan Betawi tidak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan makna dan nilai-nilai budaya yang kaya.
Salah satu makanan khas Betawi yang selalu hadir dalam perayaan khas adalah kerak telor. Kerak telor merupakan makanan tradisional Betawi yang terbuat dari campuran beras ketan, telur ayam, ebi, dan bawang merah goreng. Makanan ini selalu menjadi favorit dalam setiap perayaan khas seperti pernikahan, sunatan, atau acara besar lainnya.
Menurut pakar kuliner Betawi, Bambang Supriyanto, kerak telor memiliki nilai historis yang tinggi dalam budaya Betawi. “Kerak telor telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan menjadi simbol keberanian dan keuletan masyarakat Betawi dalam mempertahankan tradisi kuliner mereka,” ujarnya.
Selain kerak telor, makanan Betawi lainnya yang tak kalah terkenal adalah soto Betawi. Soto Betawi terbuat dari kuah kaldu daging sapi yang kaya rempah-rempah, ditambah dengan potongan daging sapi, kentang, tomat, dan daun bawang. Makanan ini sering disajikan dalam acara-acara spesial sebagai simbol kehangatan dan keramahan masyarakat Betawi.
Menurut peneliti budaya Betawi, Rini Kartika, soto Betawi merupakan manifestasi dari keberagaman budaya Betawi yang kaya. “Soto Betawi bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol persatuan dan keberagaman masyarakat Betawi dalam menghargai tradisi leluhur mereka,” jelasnya.
Tak hanya kerak telor dan soto Betawi, dodol Betawi juga menjadi makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan khas masyarakat Betawi. Dodol Betawi terbuat dari campuran ketan, gula merah, santan, dan kelapa parut yang kemudian dikukus hingga mengental. Makanan ini sering dihidangkan sebagai hidangan penutup dalam acara-acara besar.
Dengan keberagaman makanan khas Betawi yang kaya akan makna dan nilai budaya, tidak heran jika tradisi makanan Betawi dalam perayaan khas terus dilestarikan hingga saat ini. Seperti yang dikatakan oleh tokoh budaya Betawi, Ali Sadikin, “Makanan adalah cerminan dari identitas suatu budaya. Dengan menjaga dan merayakan tradisi makanan Betawi, kita juga turut mempertahankan warisan budaya leluhur kita.”